Welcome to punyahari.blogspot.com...selamat datang di punyahari.blogspot.com

Minggu, November 15, 2009

TEORI MIKROSOSIOLOGI

TEORI MIKROSOSIOLOGI

• Sosiologi mikro adalah salah satu ilmu sosiologi yang menyelidiki berbagai pala pikir dan perilaku yang muncul dalam kelompok-kelompok yang berskala kecil .

1. Teori Pertukaran
Turner meringkas pokok pikiran teori pertukaran sebagai berikut:
Manusia selalu berusaha mencari keuntungan dalam transaksi sosialnya dengan orang lain
Dalam melakukan transaksi sosial manusia melakukan perhitungan untung rugi
Manusia cenderung menyadari adanya berbagai alternatif yang tersedia baginya
Manusia bersaing satu dengan lainnya
Hubungan pertukaran secara umum antar individu berlangsung dalam hampir semua konteks sosial
Individupun mempertukarkan berbagaj komuditas tak berwujud seperti jasa dan perasaan
1.1. Teori Pertukaran Klasik
a) Jeremy Bentham
Jeremy Bentham adalah salah satu pelopor dari teori pertukaran klasik (exchange theory) pada abad ke-18 di kalangan Inggris. Menurutnya :
” para penganut prinsip kemanfaatan (utility) terdiri atas mereka yang mengukur baik-buruknya suatu tindakan dengan melihat pada penderitaan dan kesenangan (pain and pleasure) yang dihasilkan oleh tindakan tersebut. Suatu tindakan dianggap adil, baik, atau brermoral manakalah tindakan tersebut mengakibatkan hal yang menyenangkan; bila suatu tindakan menyebabkan penderitaan maka tindakan tersebut dianggap buruk, tidak adil, tidak bermoral.”
b) Marcell Mauss dan Claude Levi Strauss
Menyatakan bahwa inti dari teori ini ialah bahwa manusia adalah makhluk yang mencari keuntungan dan menghindari biaya manusia, dalam prespektif para penganut teori pertukaran, merupakan makhluk pencari imbalan.
Dan dalam perlembangannya teori ini meninggalkan asumsi utamanya yaitu, bahwa manusia tidak hanya mencari dan menukarkan komoditas material saja namun juga nonmaterial seperti jasa dan perasaan.
1.2. Teori Pertukaran Modern
a) George C. Humans
Pemikirannya antara lainkarya ahli psikologi Skinner. Humans berpendapat bahwa :
“pertukaran yang berulang-ulang mendasari hubungan sosial yang berkesinambungan antara orang tertentu”.
Pandangan Homans ini dituangkan dalam sejumlah proposisi; salah satu di antaranya berbunyi demikian:
“for all action taken by pesons, the more often a particular action is rewarded, the more likely the person is to perform that action” (Homans, 1974:16).
Menurut proposisi ini seseorang akan semakin cenderung melakukan suatu tindakan manakala tindakan tersebut makin sering disertai imbalan. Dari proses pertukaran semacam inilah, menurut pendapat Homans, muncul organisasi politik dan organisasi sosial, baik yang berupa kelompok, institusi, maupun masyarakat.
b) Peter Blau
Berbeda dengan pendapat Homans yang cenderung berpendapat bahwa semua interaksi melibatkan pertukaran, Blau berpendapat yang sebaliknya yaitu bahwa tidak semua interaksi melibatkan pertukaranJadi dapat disimpulkan bahwa pada teori ini semua aktivitas dan perbuatan yang dilakukan manusia pasti mempunyai maksud dan tujuan, memerlukan sebuah kompemsasi dan imbalan atas apa yang dilakukannya.
Pokok pikiran teori pertukaran sebagai berikut :
•manusia selalu berusaha mencari keuntungan dalam transaksi sosialnya dengan orang lain dalam melakukan transaksi sosial manusia melakukan perhitungan untung rugi
•manusia cenderung menyadari adanya berbagai alternatif yang tersedia baginya
•manusia bersaing satu dengan yang lain, hubungan pertukaran secara umum antar individu berlangsung dalam.

2. Teori interaksionisme simbolik
Turner menjelaskan beberapa hal mengenai teori ini, dia berpendapat bahwa:
•Manusia merupakan makhluk yang mampu menggunakan dan menciptakan symbol
•Manusia memakai symbol ontok saling berkomunikasi.Manusia berkomunikasi melalui pengambilan peran
•Masyarakat tercipta, bertahan dan berubah berdasarkan kemampran manusia untuk berpikir, mendifinisilan, melakukan renungan dan untuk melakukan evaluasi.
2.1 Interaksionisme Simbolik Klasik
a) Georg Simmel
Dia berpandangan bahwa “ muncul dan berkembangnya kepribadian seseorang tergantung pada jaringan hubungan sosial yang dimilikinya, yaitu pada keanggotaan kelompok.”
b) Max Weber
Weber memperkenalkan interaksionisme dengan menyatakan bahwa :
“Sosiologi ialah ilmu yang berusaha memahami tindakan sosial dengan mendefinisikan dan membahas konsep dasar yang menyangkut interaksi seperti tindakan-tindakan sosial dan tindakan nasional, serta hubungan sosial. Sumbangan penting lain bagi teori sosiologi terletak pada konsep pemahaman (verstehen) dan konsep makna subyektif yang diberikan individu terhadap tindakannya, karena manusia bertindak atas dasar yang diberikannya pada tindakan tersebut”.
2.2 Interaksionisme Simbolik Modern
a) William James
James terenal karena merumuskan dan mengembangkan konsep diri (self). James berpendapat bahwa “perasaan seseorang mengenai dirinya sendiri, seseorang dari interaksinya dengan orang lain. Suatu ungkapan yang terkrnal dari James ialah has asa many social selves as threre are individulis who recognize him, jumlah diri yang dimiliki seseorang sama banyaknya dengan jumlah lingkungan sosial dimana dia berada. Dengan memakai penjelasan James ini kita dapat memahami, misalnya, mengapa di kalangan kelompok keagamaannya seseorang dikenal sebagai dermawan tetapi di kalangan keluarganya sendiri ia dikenal sebagai orang kikir, atau mengapa seseorang yang di kalangan demokratis terhadap bawahannya di lingkungan kantornya ternyata bersikap sangat otoriter terhadap istri dan anak-anaknya ”.
b) W.I. Thomas
W.I. Thomas memperkenalkan konsep the definition of the situation dalam sosiologi interaksi. Yang dimaksud Thomas dengan konsep tersebut ialah bahwa “manusia tidak langsung memberikan tanggapan (response) terhadap rangsangan (stimulus) sebagaimana halnya makhluk lain. Sebelum brertindak untuk menanggapi melakukan penelitian dan pertimbangan terlebih dahulu mendefinisikan suatu rangsangan dari luar, individu selalu melakuakan seleksi, mendrfinisikan situasi, memberi makan pada situasi yang dihadapinya.”
Ungkapan terkenal dari Thomas adalah sebagai berikut “when men definr situation as real, they are real in their consequence”.
Jika orang mendefinisi :
situasi sebagai hal yang nyata, maka konsekuensinya nyata pula. Ketika seorang wartawan Inggris keturunan Iran mengumpulakan data mengenai instalasi militer di Irak ia medefinisiakan situasinya sebagai kegiatan pencarian berita untuk surat kabar, namun penguasa di Irak mendefinisikan situasinya sebagai kegiatan mata-mata untuk Israel sehingga wartawan tersebut harus menjalani hukuman mati.
Dari contoh diatas ini nampak bahwa situasi dapat didefinisikan secara berlainan. Sehubungan dengan ini Thomas menyebutkan adanya persaingan antar definisi situasi yang spontan, yang dibuat oleh anggota masyarakat, dan definisi yang disediakan oleh masyarakat untuknya. Menurut Thomas definisi situasi yang dibuat oleh masyarakat, keluaarga, teman, komunitas, terdiri dari atas moralitas, aturan, norma, dan hukum.

3.Teori Aksi
Max Weber
Asumsi dasar dari teori ini adalah bahwa tindakan manusia muncul dari kesadarannya dan dari situasi lingkungan yang mengitarinya . Teori aksi memperhitungkan sifat-sifat kemanusiaan dan aspek subyektif manusia yang diabaikan oleh teroi Behanovisme . Kemampuan individu untuk melakukan yang tersedia dalam arti menetapkan cara/alat dari sejumlah alternative yang tersedia dalam rangka mencapai tujuannya yang oleh Parson disebut Voluntarism .

4. Teori Fenomenologi
Eddmund Hassel dikenal sebagai pencetus filsafat fenomenologi .Alferd Schutz salah seorang tokoh fenomenologi berpendapat bahwa “ Suatu hubungan sosial berlangsung apabila tindakan manusia memberi arti dan makna tertentu terhadap tindakannya itu dan manusia lain memahami tindakannya itu pula sebaya sesuatu yang penuh arti. “

0 komentar:

Terima Kasih sudah berkunjung ke punyahari.blogspot.com