BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pelaksanaan model tematik bagi siswa
SD/MI di kelas I – III salah satunya berdasarkan
pada kondisi psikologis siswa kelas I – III yang memandang segala sesuatu
sebagai satu kesatuan yang utuh (holistik). Sangat sulit bagi mereka untuk memahami
dan membedakan berbagai konsep. Air, sebagai contoh, dipandang sebagai zat yang
sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bila guru menjelaskan air secara
hakekat dan terpisah dengan konsep-konsep lain (seperti konsep air dalam ilmu
kimia), siswa akan mengalami kesulitan memahaminya. Dalam pembelajaran lebih
baik bila konsep air dikaitkan dengan konsep bersuci dalam mata pelajaran pendidikan
agama Islam, konsep kebersihan dalam mata pelajaran IPA, konsep transportasi
air dalam pelajaran IPS, bahkan dalam pelajaran kesenian pun guru dapat
menyampaikan makna dan kegunaan air dalam suatu nyanyian/ lagu. Gerakan ombak
air laut pun dapat diekspresikan siswa melalui gerakan ritmik mengikuti gerak
tari untuk memperkuat otot lengan dan hasta dalam pelajaran pendidikan jasmani
dan kesehatan.
Fenomena banyak siswa yang tinggal
kelas pada kelas I – III juga dijadikan dasar bagi pengambil kebijakan untuk
melaksanakan pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik sangat membantu siswa
yang tidak berasal dari pendidikan pra sekolah untuk mulai belajar di bangku
formal. Pelajaran yang disajikan tanpa adanya pemilahan mata pelajaran
menyebabkan siswa belajar tanpa sadar berbagai hal dalam satu kali
pembelajaran. Hal ini sangat menguntungkan bagi siswa, yaitu belajar tanpa
beban dan learning by playing. Bermain adalah kegiatan yang paling
disukai oleh anak-anak.
1. Prof. H. Mahmud Yunus:
Yang dimaksud pendidikan ialah suatu usaha yang dengan sengaja dipilih untuk
mempengaruhi dan membantu anak yang bertujuan untuk meningkatkan ilmu
pengetahuan, jasmani dan akhlak sehingga secara perlahan bisa mengantarkan anak
kepada tujuan dan cita-citanya yang paling tinggi. Agar memperoleh kehidupan
yang bahagia dan apa yang dilakukanya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri,
masyarakat, bangsa, negara dan agamanya.
A. Pengertian Ragam Bahasa
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian,
yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara,
kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara (Bachman,
1990). Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik
(mempunyai prestise tinggi), yang biasa digunakan di kalangan terdidik, di
dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), di dalam suasana
resmi, atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam
bahasa baku atau ragam bahasa resmi.
Menurut
Dendy Sugono (1999 : 9), bahwa sehubungan dengan pemakaian bahasa Indonesia,
timbul dua masalah pokok, yaitu masalah penggunaan bahasa baku dan tak baku.
Dalam situasi remi, seperti di sekolah, di kantor, atau di dalam pertemuan
resmi digunakan bahasa baku. Sebaliknya dalam situasi tak resmi, seperti di
rumah, di taman, di pasar, kita tidak dituntut menggunakan bahasa baku.
Minggu, Oktober 19, 2014
agama
وَإِلَيْهِ
النُّشُوْرِ)).
1. “Segala puji bagi Allah, yang
mem-bangunkan kami setelah ditidurkanNya dan kepadaNya kami dibangitkan.”
2- ((لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ
شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ
قَدِيْرٌ. سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ،
وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ
الْعَظِيْمِ)) ((رَبِّ
اغْفِرْ لِيْ)).
2. ‘Tiada Tuhan yang haq selain Allah, Yang Maha Esa, tiada
sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujian. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas
segala sesuatu. Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan yang haq
selain Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan kekuatan, kecuali dengan
pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung’. ‘Wahai, Tuhanku! Ampunilah
dosaku’.
|
|
Kanjeng
Diningrat School Multiple Intelligences Test
|
|
Indikator
|
Sangat
tidak suka sekali
|
Sangat
tidak suka
|
Tidak
suka
|
Kadang
|
Suka
sekali
|
Sangat
suka sekali
|
|
Saya suka membuat daftar.
|
|
|
|
|
|
|
|
Saya merasa sulit untuk duduk diam.
|
|
|
|
|
|
|
|
Saya dapat mengingat musik dan lagu dengan
mudah.
|
|
|
|
|
|
|
|
Saya menyukai hewan peliharaan
|
|
|
|
|
|
|
|
Saya dapat bermain puzzle dengan
sangat mudah
|
|
|
|
|
|
|
|
Saya ingin menjelaskan hal-hal baru kepada
orang lain.
|
|
|
|
|
|
|
|
Saya ingin bekerja dengan tangan saya.
|
|
|
|
|
|
|
|
Saya
senang bekerja sendiri.
|
|
|
|
|
|
|
|
Saya dapat memilih instrumen yang berbeda ketika saya mendengarkan bagian musik.
|
|
|
|
|
|
|
|
Saya senang menulis.
|
|
|
|
|
|
|
Cinta merupakan salah satu
emosi yang dimiliki manusia. Namun banyak orang bahkan terkadang tidak mengerti
apa itu cinta. Definisi cinta bisa sangat bermacam-macan tergantung pada
konteks cinta itu sendiri. Secara universal cinta bisa berarti sebuah perasaan
yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi terhadap seseorang.
Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan
manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian,
memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan
mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.
Konsep Keluarga
1. Anak-anak adalah jiwa yang merdeka,
bersikap demokratis kepada mereka
2. Anak-anak sudah diajarkan tanggung
jawab dan praktek nyata sejak kecil melalui project sederhana. Mereka wajib
presentasi kepada orang tua setiap minggu tentang project tersebut.
3. Meja makan adalah sarana untuk
diskusi. Di sana mereka akan membicarakan tentang ‘kami’, tentang mereka saja,
seperti sudah sukses apa? Mau sukses apa? Kesalahan apa yang dilakukan? Oh ya,
keluarga ini juga punya prinsip, “kita boleh salah, yang tidak boleh itu adalah
tidak belajar dari kesalahan tersebut”. Bahkan mereka harus punya waktu untuk
merayakan kesalahan kalau versi saya “false
celebration”.
4. Rasulullah SAW sebagai role model.
Kisah-kisah Rasul diulas. Penanaman karakter kehidupan dimulai dari cerita
kisah Rasul.
5. Mempunyai vision board dan vision talk. Mereka punya
gulungan mimpi yang dibawa ke mana-mana. Dalam setiap kesempatan bertemu dengan
orang-orang hebat, mereka akan share mimpi-mimpi mereka. Prinsip mimpi: Dream it, share it, do it, grow it!
6. Selalu ditanamkan bahwa belajar itu
untuk mencari ilmu, bukan untuk mencari nilai
7. Mereka punya prinsip harus jadi diri
yang mandiri dan bermanfaat.
A. Perkembangan Kurikulum
Pendidikan Ips Di Indonesia
IPS merupakan suatu program pendidikan dan bukan
sub-disiplin ilmu tersendiri, sehingga tidak akan ditemukan baik dalam
nomenklatur filsafat ilmu, disiplin ilmu-ilmu sosial (social science), maupun
ilmu pendidikan (Sumantri. 2001:89). Social Scence Education Council (SSEC) dan
National Council for Social Studies (NCSS), menyebut IPS sebagai “Social
Science Education” dan “Social Studies”. Dengan kata lain, IPS mengikuti cara
pandang yang bersifat terpadu dari sejumlah mata pelajaran seperti: geografi,
ekonomi, ilmu politik, ilmu hukum, sejarah, antropologi, psikologi, sosiologi,
dan sebagainya.
Dalam bidang pengetahuan sosial, ada banyak
istilah. Istilah tersebut meliputi
: Ilmu Sosial (Social Sciences), Studi Sosial (Social Studies) dan Ilmu
Pengetahuan Sosial (IPS).