Welcome to punyahari.blogspot.com...selamat datang di punyahari.blogspot.com
Tampilkan postingan dengan label filsafat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label filsafat. Tampilkan semua postingan

Rabu, Januari 18, 2012

The Shape of Light


The twelfth-century Sufi Shihabuddun Yahya Al-Suhrawardi (1155-11 91 A.D., 549-587 A.H.) was the founder of the Illuminationist or Ishraqi school, a philosophy of "light" or intellectual intuition, influenced by Platonism, Hermeticism, and, especially, the teachings of Persian Sufi masters. Born in Azerbaijan, Suhrawardi spent most of his adult life in Persia, where he died at the age of 38, after being imprisoned by the authorities for his beliefs. He is the author of over 50 works in Arabic and Persian, including the treatise presented here and the work that is conside red his masterpiece, Hikmat al-ishraq (The Theosophy of Illumination).
"How do souls differ from one another in the eternal realm?" This and other related matters are addressed in Suhrawardi's treatise, Hayakal al-Nur, which is arranged in seven categories called "Forms of Light." Points considered in this volume include the limitations of man's senses and his true or theomorphic essence; the nature and levels of the human soul and the various realms or Centers, the Nur al Muhammadi or Absolute Mind, as well as Ordinary Mind and Divine Mind, the nature of the firmaments; and the meaning of pleasure and pain.

Jumat, Januari 13, 2012

Illuminationist philosophy


Illuminationist philosophy

Illuminationist philosophy started in twelfth-century Persia, and has been an important force in Islamic, especially Persian, philosophy right up to the present day. It presents a critique of some of the leading ideas of Aristotelianism, as represented by the philosophy of Ibn Sina (Avicenna), and argues that many of the distinctions which are crucial to the character of that form of philosophy are misguided. Illuminationists develop a view of reality in accordance with which essence is more important than existence, and intuitive knowledge is more significant than scientific knowledge. They use the notion of light, as the name suggests, as a way of exploring the links between God, the Light of Lights, and his creation. The result is a view of the whole of reality as a continuum, with the physical world being an aspect of the divine. This sort of language proved to be very suggestive for mystical philosophers, and Illuminationism quickly became identified with Islamic mysticism.

  1. Origins
  2. Logic and semantics
  3. Epistemology and ontology
  4. Light
  5. The character of Illuminationist philosophy

Jumat, November 11, 2011

Mulla Sadra

Mulla Sadra (Sadr al-Din Muhammad al-Shirazi) (1571/2-1640)
Sadr al-Din al-Shirazi (Mulla Sadra) is perhaps the single most important and influential philosopher in the Muslim world in the last four hundred years. The author of over forty works, he was the culminating figure of the major revival of philosophy in Iran in the sixteenth and seventeenth centuries. Devoting himself almost exclusively to metaphysics, he constructed a critical philosophy which brought together Peripatetic, Illuminationist and gnostic philosophy along with Shi'ite theology within the compass of what he termed a 'metaphilosophy', the source of which lay in the Islamic revelation and the mystical experience of reality as existence.
Mulla Sadra's metaphilosophy was based on existence as the sole constituent of reality, and rejected any role for quiddities or essences in the external world. Existence was for him at once a single unity and an internally articulated dynamic process, the unique source of both unity and diversity. From this fundamental starting point, Mulla Sadra was able to find original solutions to many of the logical, metaphysical and theological difficulties which he had inherited from his predecessors. His major philosophical work is the Asfar (The Four Journeys), which runs to nine volumes in the present printed edition and is a complete presentation of his philosophical ideas.

Sabtu, September 24, 2011

Sistem Penanggalan Jawa

Sistem Penanggalan Jawa
Sistim Penanggalan Jawa lebih lengkap dan komprehensif apabila dibandingkan dengan sistim penanggalan lainnya, lengkap dan komprehensifnya adalah suatu pembuktian bahwa ketelitian Jawa dalam mengamati kondisi dan pengaruh seluruh alam semesta terhadap planet bumi seisinya termasuk pengaruh kepada pranatan kehidupan manusia, dapat disampaikan antara lain adanya rumusan tata penanggalan jawa sebagai berikut :
1. Pancawara – Pasaran; Perhitungan hari dengan siklus 5 harian :
1. Kliwon/ Kasih
2. Legi / Manis
3. Pahing / Jenar
4. Pon / Palguna
5. Wage / Kresna/ Langking

Senin, Maret 01, 2010

Mengapa berfilsafat??tanya kenapa??

Mengapa berfilsafat??tanya kenapa??

Plato (filsuf Yunani, guru dari Aristoteles ) menyatakan bahwa : Mata kita memberi pengamatan bintang-bintang, matahari, dan langit. Pengamatan ini memberi dorongan kepada kita untuk meyelidiki. Dan dari penyelidikan ini berasal filsafat. Berbeda dengan Plato; Agustinus dan Rene Descartes beranggapan lain. Menurut mereka, berfilsafat itu bukan dimulai dari kekaguman atau keheranan, tetapi sumber utama mereka berfilsafat dimulai dari keraguan atau kesangsian. Ketika manusia heran, ia akan ragu-ragu dan mulai berpikir apakah ia sedang tidak ditipu oleh panca inderanya yang sedang keheranan?

Rabu, Januari 13, 2010

Filsafat Feminisme


Filsafat Feminisme
Filsafat feminisme dapat dikatakan sebagai suatu cara berpikir yang menekankan pengalaman, identitas, serta cara berada dan berpikir perempuan dilihat sama seperti kaum pria. Singkatnya, bagaimana berfilsafat dari sudut pandang perempuan. Menurut para filsuf feminis, gagasan mendasar mengenai Tuhan, dunia dan manusia dibangun atas dasar konsep patriarkal (dari bahasa Latin, pater: bapa). Akibatnya, peranan perempuan kurang diperlihatkan bahkan tidak jarang dirugikan. Peranan dan perjuangan perempuan justru dikuasai dan diukur dari konsep patriarkal. Karena itulah, para filsuf feminis bermaksud merombak kembali gagasan-gagasan mendasar yang menjadikan perempuan berkedudukan seperti itu.

Sabtu, Januari 02, 2010

Aliran Empiris


Aliran Empirisme
Empirisme adalah suatu doktrin filsafat yang menekankan peranan pengalaman dalam memperoleh pengetahuan dan mengecilkan peranan akal. Istilah empirisme di ambil dari bahasa Yunani empeiria yang berarti coba-coba atau pengalaman. Sebagai suatu doktrin empirisme adalah lawan dari rasionalisme. Empirisme berpendapat bahwa pengetahuan tentang kebenaran yang sempurna tidak diperoleh melalui akal, melainkan di peroleh atau bersumber dari panca indera manusia, yaitu mata, lidah, telinga, kulit dan hidung. Dengan kata lain, kebenaran adalah sesuatu yang sesuai dengan pengalaman manusia.

Jumat, Januari 01, 2010

Filsafat Positivisme


Asal Mula Positivisme
Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris.

Jumat, Desember 25, 2009

Filsafat Pragmatis


A. Sejarah Pragmatisme
Aliran ini pertama kali tumbuh Di Amerika pada tahun 1878. Ketika itu Charles Sanders Pierce (1839 – 1914) menerbitkan sebuah makalah yang berjudul “How to Make Our Ideas Clear”.
Namun pragmatisme sendiri lahir ketika William James membahas makalahnya yang berjudul ”Philosophycal Conceptions and Practical Result” (1898) dan mendaulat Pierce sebagai Bapak Pragmatisme.

Kamis, Desember 24, 2009

Filsafat Materialisme


Filsafat Materialisme
Materialisme adalah suatu aliran dalam filsafat yang pandangannya bertitik tolak dari pada materi (benda). Materialisme memandang bahwa benda itu primer sedangkan ide ditempatkan di sekundernya. Sebab materi ada terlebih dahulu baru ada ide. Pandangan ini berdasakan atas kenyataan menurut proses waktu dan zat.

Sabtu, Desember 19, 2009

Logika Filsafat


A. Pengertian Logika Dalam Kehidupan Sehari-hari
Logika berasal dari kata Yunani Kuno yaitu logic (Logos) yang artinya hasil pertimbangan akal pikiran yana diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa.
Secara singkat, logika berarti ilmu, kecakapan atau alat untuk berpikir lurus. Sebagai ilmu, logika disebut sebagai logika Epiteme (Latin: logika scientia) yaitu logika adalah sepenuhnya suatu jenis pengetahuan rasional atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir lurus, tepat dan teratur

Senin, Desember 14, 2009

Filsafat Islam


Asal-usul Filsafat Islam
Dalam karya-karya peneliti Barat, mayoritas mereka menggambarkan bahwa asal usul filsafat Islam berasal dari Yunani. Mungkin pendapat mereka ada benarnya jika dikaitkan dengan istilah falsafah yang dipakai untuk menyebut filsafat Islam. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa istilah falsafah merupakan derivasi dari kata philosophia yang berasal dari bahasa Yunani. Namun, memahami istilah falsafah hanya sampai di situ tidak akan memberikan manfaat apa-apa, karena meskipun terkesan hanya Arabicized bahasa Yunani, ternyata keduanya mengandung konsep yang sangat berbeda. Hal inilah yang ternyata banyak luput dari pemahaman sebagian pengkaji filsafat Islam.

Minggu, Desember 06, 2009

FILSAFAT MORAL (ETIKA)

FILSAFAT MORAL (ETIKA)

Etika (Filsafat Moral)
Tentang Istilah
Etika berasal dari bahasa Yunani ethos, yang berarti tempat tinggal yang biasa, padang rumpt, kandang; kebiasaan, adat; watak; perasaan, sikap, cara berpikir. dalam bentuk jamak ta etha artinya adat kebiasaan. Dalam arti terakhir inilah terbentuknya istilah etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Etika berarti: ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan. Ada juga kata moral dari bahasa Latin yang artinya sama dengan etika.

Sabtu, Desember 05, 2009

ONTOLOGI & AKSIOLOGI

ONTOLOGI & AKSIOLOGI

A. Ontologi
Objek telaah ontologi adalah yang ada. Studi tentang yang ada, pada dataran studi filsafat pada umumnya di lakukan oleh filsafat metaphisika. Istilah ontologi banyak di gunakan ketika kita membahas yang ada dlaam konteks filsafat ilmu.

Kamis, Desember 03, 2009

FILSAFAT MANUSIA

A. Pendahuluan
Manusia secara bahasa disebut juga insan yang dalam bahasa arabnya, yang berasal dari kata nasiya yang berarti lupa dan jika dilihat dari kata dasar al-uns yang berarti jinak. Kata insan dipakai untuk menyebut manusia, karena manusia memiliki sifat lupa dan jinak artinya manusia selalu menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru disekitarnya. Manusia cara keberadaannya yang sekaligus membedakannya secara nyata dengan mahluk yang lain. Seperti dalam kenyataan mahluk yang berjalan diatas dua kaki, kemampuan berfikir dan berfikir tersebut yang menentukan manusia hakekat manusia. Manusia juga memiliki karya yang dihasilkan sehingga berbeda dengan mahluk yang lain. Manusia dalam memiliki karya dapat dilihat dalam seting sejarah dan seting psikologis situasi emosional an intelektual yang melatarbelakangi karyanya. Dari karya yang dibuat manusia tersebut menjadikan ia sebagai mahluk yang menciptakan sejarah. Manusia juga dapat dilihat dari sisi dalam pendekatan teologis, dalam pandangan ini melengkapi dari pandangan yang sesudahnya dengan melengkapi sisi trasendensi dikarenakan pemahaman lebih bersifat fundamental. Pengetahuan pencipta tentang ciptaannya jauh lebih lengkap dari pada pengetahuan ciptaan tentang dirinya. (Musa Asy’ari, Filsafat Islam, 1999)

Rabu, Desember 02, 2009

FILSAFAT ANALITIK

A.Latar Belakang Timbulnya Filsafat Analitik.
Dalam sejarah filsafat barat diakui bahwa inggris merupakan tempat yang paling subur bagi perkembangan empirisme, yaitu suatu aliran filsafat yang menganggap bahwa pengalaman adalah sarana yang paling dipercaya untuk memperoleh kebenaran.

Selasa, Desember 01, 2009

HERMENEUTIKA

A. Pengertian Hermeneutika
Secara etimologis, kata ‘hermeneutika’ berasal dari bahasa yunani yaitu hermeneuein yang berarti ‘menafsirkan’ maka kata benda hermenia secara harfiah dapat diartikan sebagai”penafsiran”atau interpretasi istilah yunani ini mengingatkan kita pada tokoh mitologis yang bernama hermes,yaitu seorang utusan yang mempunyai tugas menyampaikan pesan Jupiter kepada menusia. Hermes digambarkan sebagai seseorang yang mempunyai kaki bersayap dan lebih banyak dikenal dengan sebutan Mercurius dalam bahasa latin. Fungsi hermes adalah penting sebab bila terjadi kesalahpahaman tentang dewa-dewa, akibatnya akan fatal bagi kehidupan manusia. Hermes harus mampu menginterpretasikan atau menyandur sebuah pesan kedalam bahasa yang dipergunakan oleh pendengarannya. Sejak saat itu Hermer menjadi symbol seorang duta yang dibebani dengan sebuah misi tertentu. Berhasil tidaknya misi itu sepenuhnya tergantung pada cara bagaimana pesan itu disampaikan.

Minggu, November 29, 2009

FILSAFAT EKSISTENSIALISME

Filsafat Eksistensialisme
Istilah filsafat eksistensi tidak mengacu kepada satu kelompok filsuf yang dapat merumuskan secara cermat. Tetapi telah terjadi suatu kebiasaan pemakaian kata-kata yang memberikan nama filsuf eksistensi kepada para filosofi.

Senin, November 23, 2009

FENOMENOLOGI

A. Hakekat Fenomenologi
Fenomenologi (Inggris: Phenomenology) berasal dari bahasa Yunani phainomenon dan logos. Phainomenon berarti tampak dan phainen berarti memperlihatkan. Sedangkan logos berarti kata, ucapan, rasio, pertimbangan. Dengan demikian, fenomenologi secara umum dapat diartikan sebagai kajian terhadap fenomena atau apa-apa yang nampak. Lorens Bagus memberikan dua pengertian terhadap fenomenologi. Dalam arti luas, fenomenologi berarti ilmu tentang gejala-gejala atau apa saja yang tampak. Dalam arti sempit, ilmu tentang gejala-gejala yang menampakkan diri pada kesadaran kita.

Minggu, November 08, 2009

AR-RAZY

-->
AR-RAZY 
 
Nama lengkapnya adalah Abu Bakar Muhammad bin Zakarya bin Yahya al-Razi. Dia dilahirkan di Rayy, pada bulan syaban dekat Taheran, Iran, pada tahun, 865 M / 251 H. Hidup dibawah pemerintahan dinasti Saman. Muhammad Al-Razi adalah salah satu putra mahkota intelektualisme. Memang sejak kecil dia telah menunjukan minat yang besar terhadap ilmu pengetahuan, selain Ibnu Sina(Avicenna) yang dikenal sebagai perintis awal ilmu kedokteran. Muhammad bin Zakarya al-Razi(lebih dikenal dengan nama Al-Razi) juga menduduki derajat sebagai perintis kedokteran modern.

Terima Kasih sudah berkunjung ke punyahari.blogspot.com